kisah si PLAT B (BACA: PLAT MOBIL JAKARTA)
Tuesday, November 15th, 2005sedikit cerita aja nih, waktu mudik ke JOGJA…..especially waktu gw terseret ke dalam arus balik lebaran yang cukup memakan 23 jam gw yang sangat berharga ke dalam derasnya arus keringat (karena mobil terpaksa dimatikan-ada sedikit kerusakan mesin..), juga deringan klakson yang memekakkan telinga…ada hal SPESIAL yang bisa gw temukan di jalanan itu….which is..sekumpulan mobil berplat B yang memenuhi hampir seluruh badan jalan dari kedua arah yang berlawanan!! (wow!!! disini gw baru menyadari..betapa suasana mudik di kampung berubah menjadi layaknya pergi ke MALL di kota Metropolitan!!) YUP!! bener-bener saat itu, ketika orang sudah mulai menyadari bahwa kondisi jalan merayap karena benar2 padatnya arus kendaraan, maka keinginan mendahului orang lain pun jadi tambah gede…sekali lagi..ini membuat gw merasa…INILAH KAMPUNG ORANG JAKARTA….tau kenapa??orang2 yang berada di balik kemudi yang notabene berplat mobil B mulai terlihat tidak sabar mengantri!! (gw rasa hal ini seharusnya sudah menjadi suatu etika yang diajarkan nenek moyang kita,, "Nak, belajar yang sabar, HARGAI orang lain yang sudah capek mengantri, HARGAI mereka yang sudah berkorban waktu lebih banyak ketika merelakan mobilnya diselip orang lain..HARGAI mereka yang ternyata masih inget dan FAHAM benar nilai-nilai MORAL yang diajarkan nenek moyangnya dulu……….."
Faktanya, itu semua cuma menjadi isapan jempol atau hembusan angin yang masuk kuping kiri keluar kuping kanan..juga, nggak tau kenapa, mereka harus tergesa-gesa apabila emang faktanya mereka berangkat mudiknya kesiangan (seperti yang gw alami…hehe!), nggak tau kenapa mereka susah-susah menghemat waktu yang kalo dipikir dengan logika, cuma bisa beda 10 - 15 menit dari yang mengantri (eh!!ini terbukti lho!!waktu gw disalip mobil orang, trus gw ketemu sama orang yg nyalip gw di resto bebek goreng, gw kan nanya sama penjualnya, dia udah berapa lama nongkrong di sini,, eh, si penjual bilang baru sekitar 15-menitan….SEE??!!!)….dan juga nggak tau kenapa mereka tampaknya lupa makna lebaran yang baruu aja dilaluinya,, saling memaafkan orang lain, menjadi orang yang lebih baik, dan (seharusnya) manusia telah kembali ke fitrahnya….dan hak ityu juga yang membuat gw berpikir….apakah mereka hanya memaknai Lebaran hanya pada DUA HARI BESAR yang tercantum di kalender sebagai HARI LIBUR NASIONAL??!!)
dan sayangnya………gw masih belum bisa menemukan jawabannya,, UNLESS orang yang waktu itu SRABAT-SROBOT di jalan bisa ngasih gw comment, atau sukur2 bisa langsung ketemu orangnya….
regards,
rara haryanto