Archive for October, 2006

antara GIFT dan RESULT!! tapi bukan itu masalahnya!!

Tuesday, October 24th, 2006

Gosh…malam ini sebenarnya tidak mau meratapi nasib seperti orang linglung,,,tapi hanya menanggapi sebuah perasaan denial yang tidak  kunjung hilang..(dan Jangan Asal Yakin ketika membaca kisah ini adalah seratus persen aseli adalah kisah pribadi saya..yah, hanya sahabat2 saya yang tau kondisi sebenarnya..)hehehe

(alhial, sudah cukup ke-ge-erannya, jangan dibuat menular!!)

hahahaha!!

yah, alkisah memang ada seorang manusia yang teronggok di persimpangan jalan, antara meneruskan sebuah permainan yang berbahaya bagi benda bernama perasaan, atau berhenti di tengah jalan atas nama logika?

well, memang permainan itu sama-sama diciptakan manusia, which means, permainan itu ada karena RESULT, bukan suatu GIFT, yang menjadikan player nya bertanggung jawab atas situasi masing-masing..karena ini pilihan yang mereka buat..yang berbeda dengan GIFT..dimana segala sesuatunya menjadi inevitable..maka kalau begitu kondisinya, manusia hanyalah menjadi bidak-bidak catur yang dijalankan oleh satu tangan..DESTINY..

lalu,,balik lagi nih, sama permainan yang tercipta akibat RESULT..ini yang menjadi masalah…ternyata salah satu playernya belum terasah maturity-nya, sehingga menjadi bimbang..apakah seharusnya diteruskan..atau di sudahi saja…?? pertimbangan yang mendasar, kalau diteruskan, player 2 (sebutlah demikian) merasa…permainan ini tidak hanya ditujukan untuk dirinya…tapi juga untuk player-player lain yang mungkin dibelai dan dimanja serupa dengan player utama (bisa disebut player 1)…intinya sih, player dua belum yakin benar kalau permainan ini spesial diberikan padanya..bukan untuk orang lain…lalu dari sini player dua melakukan denial…

"ya ampun..kan sebentar lagi game ini berakhir dengan sendirinya beberapa bulan lagi, kerena player 2 akan segera meloakkan pemutar gamenya ke negeri seberang..so kalo diterusin atao nggak juga bodo amat..ngga ada keharusan player 2 harus mengakhirinya dengan kemenangan indah atao kekalahan yang cantik..so..berhenti saat ini juga ga masalah…"

tapi ketika player 2 mulai condong ke arah itu, tiba-tiba player satu pun berkata…saya tidak peduli kalau kamu tidak mempunyai pemutar game untuk menjalankan permainan ini..asal kamu memiliki desire untuk bermain, maka pasti kamu akan terus melanjutkan proses ini..dan kamu akan berusaha mencari sekuat tenaga dimana kamu bisa memainkan game ini..eventhough untuk mencapainya kamu harus rela berjalan jauh dan menapaki sejumlah rintangan lainnya..karena bagi saya..DESIRE untuk tetap bermain itulah yang terpenting…dan saya tidak pernah peduli hasilnya seperti apa..saya hanya percaya proses…"

waduuuh….

Nah….ketika saya sudah berpikiran untuk meneruskan permainan ini..tiba-tiba saja saya tersadar " hey !!! ada pemain lain yang sudah dari dulu menyertai player satu sebelum kamu bermain dengannya lho!!" hey…kamu tidak pernah bisa meneruskan permainan ini, karena kamu kalah EKSIS dibandingkan dengan dua atau lebih pemain yang berkecimpung di dalamnya lho…".."HEY, SAYANGNYA..INI REALITA….."

dudeee…sangat pelik masalah yang dihadapi dalam permainan ini (terutama player dua nya sih…)..

yaaa..masih bingung jalan mana yang mesti ditempuh..

dan juga risiko minimal mana yang mesti dipilih..

aaaah..sudah !!

i’m out!

jogja,24 oktober 2006

lebaran hari kedua

(soalnya saya merayakannya hari senen..hehe!)

ISLAM SIAPA ?? SAYA ATAU MEREKA? (part II)

Sunday, October 1st, 2006

          Bahasan kedua…Islam dan Politik.. Heran?? yaaah..sayangnya kita tidak bisa menutup mata bahwa Islam-politik bukan lagi konsumsi topik yang aneh..!!Dengan mengatasnamakan menyebarkan dakwah, maka yang menjadi fokus dalam politik adalah bagaimana caranya menempatkan orang-orang terbaik mereka di tempat strategis…Tapi tunggu, saya tidak sedang membicarakan elit-elit politik yang tidak terjangkau itu kok..Hmm..saya lebih senang membahasnya dalam level yang lebih touchable saja lahh..level mahasiswa misalnya..lalu memang mahasiswa punya pos-pos yang strategis?? Oooh…Tentu punya !! sebut saja organisasi mahasiswa tingkat universitas dan fakultas, ekstrakurikuler, kepanitiaan, serta badan-badan non-formal tingkat fakultas yang keterlibatan mahasiswanya sangatlah tinggi..sudah di-PLOT minimal SATU orang dari mereka-lah..sebagai perwakilan di masing-masing tempat tersebut..

          Sebenarnya saya heran..Entah saya yang terlalu naive atau memang mahasiswa yang berpolitik dalam membawa2 nama agung Islam (alasan dakwah mungkin..-red) itu sudah tak betah dengan urusan akademis di kampus, dengan harapan jika aktif di kegiatan tersebut akan menjamin di masa depan punya kehidupan yang settle lahir-batin ?? (well, untuk diketahui, kenyataannya  beberapa diantara mereka yang sibuk dengan urusan perpolitikan itu tidak terlalu bagus GPA-nya…believe me…saya mengenal mereka dengan baik kok..)Yang jelas ke-naive-an saya dan juga orang-orang yang bekerja di tempat-tempat strategis (selain ”mereka” tentunya!)sebenarnya menjadi suatu hal yang wajar…wajar banget…karena most of us, memilih untuk ikut terlibat dalam pos-pos strategis(minjem istilah nih..) PURE untuk aktualisasi diri dan memajukan organisasi itu sendiri(dengan path yang umumnya berlaku untuk sebuah organisasi kemahasiswaan)!! Bukan untuk meng-inject organisasi kemahasiswaan yang notabene penuh dengan pluralisme dengan keunikannya masing-masing(agama, suku, ras-red) dengan idealisme kelompok yang seringkali mengatasnamakan Islam tentunya!..

          Yaaa…secara moral, saya tidak bisa menerima itu..kalau seluruh organisasi mahasiswa sudah dimasuki oleh intrik-intrik rotten seperti itu, kepentingan siapa yang dibawa??? Yang jelas BUKAN lagi kepentingan mahasiswa yang dinaungi oleh organisasi tersebut !! Well..ada sih yang bilang bahwa orang-orang itu melakukan politik-ria ini ”bukan karena haus dengan jabatan ketua lembaga. Namun pada akselerasi pergerakan dakwah yang akan kita dapat. Dengan memegang ketua lembaga, kita bisa merekayasa bi’ah Islami lebih cepat & lebih baik”….hah..tapi coba dong, dilihat keberagaman yang ada, serta hak orang lain untuk beraktualisasi dalam organisasi…kalau begini caranya…maka orang-orang yang berada di lingkar luar jaringan perpolitikan mana bisa masuk ke lebih jauh ke dalam..(that’s why, tidak heran mahasiswa jaman sekarang apatis, atau yang ikut organisasi yang itu-itu saja..!! wong isinya idealisme yang tidak relevan dengan tujuan organisasi mahasiswa…!!) lagi-lagi…KEPENTINGAN SIAPA YANG DIBAWA???? Sederhana sih..saya sebenarnya sangat mendukung dakwah untuk menyebarkan ajaran-ajaran suci ALLAH SWT, tapi tolong, lakukanlah itu dilembaga yang memang berfungsi untuk itu..seperti di remaja masjid atau forum dakwah akbar tempat saya memuaskan dahaga akan pengetahuan Islam–yang memang tujuan organisasinya relevan dengan hal yang bernafaskan Islami…bukan dengan memaksa keberagaman dalam organisasi (yang saya sebut ada beragam suku agama dan ras tadi) untuk mengikuti Islamisasi cara mereka..

          Intinya, saya sebagai Moslem dan pernah aktif di dalam posisi strategis di fakultas, sudah JENGAH dan KESAL mendengar intrikan-intrikan yang berat sebelah ini..mendengar seseorang NGOTOT berada di suatu posisi strategis tertentu bukan karena keinginan mereka untuk menambah potensi pribadi atau kemajuan organisasi…melainkan karena pada akhirnya, hasil syuro menginginkan mereka berbuat demikian..(walau saya tahu, kompetensi mereka tidak terlalu unggul!)..melainkan mereka pada akhirnya bersedia menjadi  PION yang tinggal digerakkan dengan mudahnya oleh penguasa-penguasa yang ada diatasnya kapan pun mereka mau….melainkan mereka….apesnya sudah ter-deindividuasi…

Actually, saya sedih karena orang-orang yang terlibat di dalamnya mempunyai kemampuan organisasi dan akademis yang cemerlang..

Tapi mereka sudah memilih..

Yah..Seandainya saja mereka memilih untuk lebih demokratis dalam berpikir..

(tapi sayangnya….ini cara berpikir saya dalam ISLAM………….bukan MEREKA!!)

ISLAM SIAPA ? SAYA ATAU MEREKA? (Part I)

Sunday, October 1st, 2006

      Hmm..perbincangan yang saya akui sangat sensitif ini sedikit menggelitik saya sebagai penganut aktif(tentunya aktif dalam definisi saya juga lho!) akhir-akhir ini (tepatnya kemarin sih..) telah terjadi ketidak seimbangan kognitif antara apa yang saya pahami dengan apa yang saya temui (dengan cara yang SENGAJA MAU TAU juga)di tempat saya berpijak (Psikologi-kah?? Hmm..bisa jadi..)..Oke, alkisah ada yang mempermasalahkan bentuk Islam apa sih yang bisa menyiarkan dakwah dan ajaran2nya yang paling baik….?? orang-orang pilihan seperti apa yang nantinya akan memimpin perjalanan dakwah itu sendiri..sampai pada bagaimana pencapaian kodrati dengan ALLAH SWT…??

          Well, saya akui memang saya tidak punya kapasitas yang bisa dibilang expert dalam urusan menjawab permasalahan di atas..tapi toh inilah opini yang berkecamuk di benak saya selama 19 tahun menganut Islam (meski baru sepuluh tahun terakhir saya memahami dengan betul ritual kerohanian yang saya jalani). Pertama, Islam masuk ke kehidupan manusia melalui jalan yang damai..jalan dimana orang-orang dipersuasi dengan baik sampai pada akhirnya dengan kerelaan hati membiarkan keyakinannya sejalan dengan perintah ALLAH SWT.

          Kedua, Islam telah membantu saya mencari makna hidup (yang tentunya hanya bisa dimengerti dengan subjektifitasan semata), Ketiga, bagi saya, hanya ada satu Islam..Islam yang saya jalani dengan keimanan kepada ALLAH SWT, lima waktu shalat, membayar zakat (walaupun masih atas nama orang tua), berpuasa, mambaca Al-Quran dan memahami isinya, bersedekah kepada fakir miskin, menghargai perbedaan dengan keyakinan lain, serta berusaha selalu mendekatkan syurga sebagai tujuan hidup di dunia..itu…itu yang esensial (walau saya tidak menutup mata tentang adanya aliran keras-tengah-liberal-apalah itu yang saya sendiri tidak terlalu berminat untuk mengkategorikan which Islam I Am…karena..back to square one..ISLAM is ISLAM..MOSLEM…satu…uno…ALLAH SWT..)

          Permasalahannya ialah…ketika aliran-aliran itu bersinggungan, atau menyerang dengan destruktif aliran lain…well, basically saya cuma ingin bilang….kalian semua boleh mencapai cara yang berbeda-beda untuk mencapai kenyamanan berkomunikasi dengan ALLAH SWT…karena pada dasarnya, hanya subjektifitasan akhirnya yang mampu menentukan, apakah selama ini saya telah berada di jalan yang benar??? Beside, saya sebenarnya sangat membenci orang-orang yang selalu memaksakan pendapatnya..men-jugde orang lain dengan alat ukur alirannya !! misalnya…membuat hipotesis jika orang yang mendukung terbitnya majalah Playboy pasti gemar mengkoleksi film-film atau majalah porno keluaran penthouse (?) !! dan sialnya lagi..hipotesis yang sudah pasti ngaco dan tidak didukung oleh teori itu disebarluaskan ke orang-orang yang sudah pasti sepaham dengan alirannya….dan…bang !!! jadi lah itu sebuah fitnah beracun..(katanya Islaaam..kok doyan memfitnah??? Hmmm..tanya kenapa??)

          Ya…tanya kenapa??

          Kita bebas berdiskusi tentang jalan kita masing-masing….jalan yang ditempuh individu untuk mencapai Islam hakiki…kita masih bisa saling mengkritik, memuji, menambah saran, selama itu membantu perjalanan dakwah Islam di jalan dan wadah organisasi yang benar dan sesuai dengan jalurnya..Namun, lagi-lagi, saya selalu mempermasalahkan fakta…ANGKA…dan OBJEKTIVITAS bukti sebelum saya berani mengajukan pernyataan atau pertanyaan atau penguatan tentang Islam itu sendiri..Tidak bisa seenak-enaknya saja misalnya saya menyebut ”ooh….anak kantin itu punya aliran sesat karena tidak punya pedoman rekayasa sosial ala Hasan Al Banna dan Irwan Prayitno ataupun liqo pekanan yang berisi dakwah”..atau ”oooh…seorang pemimpin itu pasti bermoral bejat (red) dan perusak dakwah, karena ia mendukung perputaran Playboy??”….although, in fact, pemimpin tersebut menjalani ritual Islam-nya dengan baik, dan bahkan ia juga aktif terlibat dalam forum studi islam di tempat ia berpijak ?

Itulah yang terjadi kalau persepsi tidak diikuti dengan konfirmasi (fakta!-red)…

Dan akhirnya, dengan fitnah-lah itu diakhiri

Kenapa??

Karena ini ISLAM SAYA , BUKAN MEREKA??